Duka Hati
Sakit
mungkin rapuh
Perih
memang Pilu
Darah
tertumpah ruah
Menuai
jutaan air mata
Tetesan gemericik hujan
Membasahi hati ini
Mungkin hanya tinggal kenangan
Kenangan sejarah tak terlupakan
Walau
hanya kibaran merah putih
Menghidupkan
semangat jiwa
Jiwa
kami satu
Satu
kehidupan kita MERAH PUTIH
Merah darahku
Putih tulangku
Rentangkan sayapmu
Terbanglah menuju KATULISTIWA
Karya : Sulfa usi
Bunda
Bunda
aku memang benalu di hidupmu
Menjadi
air mata di matamu
Menjadi
luka di hatimu
Bunda
Kaulah surga ku
Taman kesejukan hatiku
Mentari di duniaku
Aku
memang api dalammu amarah mu
Aku
air dalam ketenanganmu
Aku
ingin jadi mimpimu
Mimpi
mimpi dalam tidurmu
Bunda
maaf jika aku membantahmu
mengataimu, dan durhaka padamu
aku butuh kamu bunda
walau
hanya sekejap mata mu
kuiringi
do’a ku dalam menemanimu
dalam
kepergian mu
BUNDA..
Karya : Sulfa Uchye
Ibu
Aku
pandangi Ibu
Yang
telah dingin terbujur kaku
Hancurkan
rasa hatiku
Berurai
air mata ku
Belum aku membalas mu
Meninggalkan diriku
Dalam sejuta kesedihan ku
Kau kan pergi selamanya
Sebelum
kain kafan menutupmu
Terakhir
aku memandangmu
Maafkanlah
wahai ibu
Relakanlah
kasihsayangmu
Setelah satu menit
Waktu
berputar dalam nafas kenangan
Ketika
ku perlahan – lahan
Tidak
bisa merasakanmu
Tertawa
dan menangis
Semua menjadi sebuah cerita
Dalam kisah tanpa suara
Hanya menghentikan jam
Untuk
menemaniku dalam hidupku
Menghitung
mundur
Meratapi
takdir ini
Hilangkan
mimpi kejam
Hadirlah
dunia baru
Matahari tidak pernah meleset
Keluar dari keindahan
Hujan berhentilah sampai hari yang
cerah
Menutupi semua ini dalam satu menit
Karya
: Sulfa Usi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar